Tampilkan postingan dengan label pantun nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantun nasehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2016

Kumpulan Pantun Nasehat Terbaik 2016

Pada kesempatan yang baik ini saya akan membagikan sesuatu yang mudah-mudahan bermanfaat lagi buat anda semua yaitu sebuah postingan mengenai pantun, dan disini saya satukan beberapa jenis diantaranya adalah pantun nasehat atau pantun yang mengandung pepatah, pantun anak-anak, pantun suka cita dan pantun humor

Pantun Nasehat biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan moral ditengah masyarakat, misalnya orang tua kepada anaknya, guru terhadap muridnya. Atau antar sesama anggota masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Orang zaman dahulu sering menggunakan pantun untuk memberi nasehat kepada orang yang lebih mudah. Berikut Smart Newz punya berbagai macam koleksi contoh pantun nasehat yang bisa kamu pakai.

Pada hari ini Alhamdulillah penulis berada dalam keadaan baik-baik saja, sehat jasmani juga rohani yaitu berada dalam lindungan Allah SWT, dan ini semua tentunya tidak lepas dari kebaikan dan do'a kalian semua, saya do'a kan pula semoga pengunjung setia dari blog ini dan kaum muslimin diseluruh dunia pada umumnya berada dalam lindungan Allah SWT, terutama selamat dan terjaganya Aqidah dan Tauhid kita karena sekarang sudah banyak sekali warna dan bentuk yang mau mengganggu kemurnian Aqidah dan Tauhid kita baik dari luar maupun dari dalam yang pasti mereka mempunyai tujuan tidak baik terhadap kita.

Pantun Nasehat

lihat hiburan kuda kepang
Penarinya sedang bergoyang
Ayo kita ke tanah lapang
Jangan lupa bawa layang-layang

Jalan-jalan ke kota padang
perginya dengan adik dengan abang
Angin bertiup dengan sedang
Layang-layang pasti terbang

Bunyi kereta tut tut tut
Terdengar hingga Ci Salak
Udin lari terkentut-kentut
Rupanya dikejar anjing galak

Yang dijinjing buah salak
Yang digenggam bumbu lad
Pantaslah anjing galak menyalak
Rupanya Udin suka menggoda

Bapak tani membawa sabit
Untuk memotong semua rumput
Udin lari terbirit-birit
Neneknya merasa amat takut

Sangat tajam giginya bajing
Tajam seperti bambu runcing
Lihat udin dikejar anjing
Nenek takut sampai terkencing

Pergi kepasar membeli pita
Pita dibeli dua helai saja
Jika ingin raih cita cita
Sejak muda tekun bekerja

Tanah tandus penuh batu
Tanah subur selalu gembur
Jika orang banyak berilmu
Sehat makmur sepanjang umur

Kertas putih untuk ditulis
Benang putih dibuat katun
Jika orang suka menulis
Sampai tua tak akan pikun

Ada jarum dan juga peniti
Jangan ditusuk pastilah sakit
Sesama teman jangan berkelahi
Tak ada guna badanpun sakit

Ke kota Medan membeli ulos
Beli ulos penuh bergambar
Rajin sekolah jangan membolos
Jika membolos tak jadi pintar

Buah duku dari Palembang
Buah anggur dari bosnia
Baca buku janganlah jarang
Sebab buku jendela dunia

Burung merpati burung dara
Terbang tinggi jauh melanglang
Hati ini amat gembira
Sebentar lagi ayah pulang

Burung dara terbang melanglang
Hinggapnya di pucuk dedahanan
Setiap kali ayah pulang
Selalu saja ada makanan

Kolang kaling es kelapa
Campur sedikit air nira
Ayah pulang bawa apa
Ayah pulang bawa gembira

Rajut kain dengan benang
Rajutnya dengan putri dayang
Ayah pulang hati senang
Wajah ibu juga riang

Sapi putih tarik pedati
Pedatinya bergoyang-goyang
Ayah selalu baik hati
Aku ditimang aku disayang

Benih padi sedang ditebar
Burung mematuk sedang dikejar
Ayahku memang sangat penyabar
Jadilah aku suka belajar

Kancil melompat katak heran
Katak lompat pelan-pelan
Sebentar lagi kita liburan
Ingin aku jalan-jalan

Beli penggaris dari mika
Cicak menatap hati merenung
Kemana yang kamu suka
Liburan ke pantai atau gunung

Bunga cantik namanya seroja
Hewan cantik namanya rusa
Jalan-jalan ke mana saja
Pergi ke kota atau ke desa

Empek-empek tambah cuka
Lezat sekali dirasa lidah
Ke kota aku sangat suka
Ke desa juga banyak yang indah

Pasar baru tempatnya kain
Awas dompet jangan hilang
Desa tempatnya bermain
Seperti bolang berpetualang

Kain batik banyak sekodi
Perca banyak dalam goni
Turun ke sawah menanam padi
Bermain lumpur seperti petani

Terbang burung amat rendah
Terbangnya dia ke utara
Sawah itu amat indah
Terhampar bagai selendang sutra

Enak rasanya es campur
Ditemani dengan rujak
Bermain di tanam lumpur
Naik kerbau yang membajak

Memancing ikan diberi umpan
Agar datang si ikan toman
Ilmu ibarat kemudi sampan
Agar hidup di garis tujuan

Apa gunanya tumbuhan temu
Ramuan jamu dengan lengkuas
Bila hati dipenuhi ilmu
Jiwanya besar pikirannya luas

Ikan nila berpindah kolam
Mencari kawan namanya tiram
Jika ilmu semakin dalam
Jiwa berani hatinya tentram

Sungguh indah syair setanggi
Merangkai kata bagai hiasan
Ilmu itu harus tinggi
Jangan dunia sebagai batasan

Jika petang suasana sepi
Hanya angin yang menderu
Ada juga karapan sapi
Sapi balapan tambah seru

Kancil lompat lewat kawat
Hendak lari membeli jajan
Sapi siapa yang paling kuat
Itulah sapi Mbah Marijan

Menanam pinang rapat-rapat
Jangan dicabut dengan tangan
Larinya sapi amat cepat
Penunggang jatuh di kubangan

Pohon pinang besar di pangkal
Tempat memanjat hewan kukang
Penontonnya terpingkal-pingkal
Celana penunggang melorot ke belakang

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa

Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat

Angin meniup pohon ilalang
Berkicaulah burung kutilang
Ayo teman kita berpetualang
Ayo kita jadi si bolang

Kumpulan Pantun Nasehat 2016

Berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk menyampaikan nasehat, misalnya dengan menyampaikan dengan pantun tergolong cara yang tidak mainstream atau umum sehingga akan lebih mudah dikenang dan diingat oleh siswa. Ada pula yang menyampaikan pantun secara tidak langsung baik itu melalui sebuah spanduk, poster atau apapun sebagai bumbu dari poster itu sendiri guna menarik seseorang, nasehat yang baik tentu akan menghasilkan hal baik pula, berikut ini adalah pantun nasehat yang di kutip dari para netizen.

Pantun merupakan salah satu karya satra tanah air, pantun hampir sama dengan puisi hanya saja pantun berisi kata-kata lucu yang bersifat menghibur atau pun mendidik. Ada banyak sekali pantun yang ada di Indonesia yang terbesar luas di Internet namun hanya satu yang pas di hati ini.

Pantun-pantun lucu memang menjadi tren dikalangan remaja, pantun menjadi bahan canda atau pun sindiran kepada seseorang dengan berniat mengkritik atau pun mendidik. Nah, pada kesempatan kali ini, admin akan membuat sebuah pantun Nasehat terbaru untuk sobat semua.

Kumpulan Pantun Nasehat

Tuan raja belajar menari
Ditemani para hulubalang
Hidup rajin bagaikan mentari
Kelak hidupmu akan cemerlang

Kucing hutan belang di kaki
Dipungut oleh anak petani
Rajin itu mengundang rezeki
Membuat mudah hidup ini

Tanam padi di tengah sawah
Sawah subur selalu basah
Pagi hari pergi sekolah
Sore hari ke madrasah

Saya ingin makan tomat
tomat dimakan kaya manfaat
Saya ingin mencari sahabat
agar hidup punya manfaat

Matahari yang selalu bersinar
Mengkilau pancarkan sinar
Jadi murid harus rajin belajar
Agar jadi anak yang pintar

Menjahit kemeja janganlah resah
Jahit-jahit berdera
Rajin-rajinlah belajar di rumah
Agar nanti dapat juara

Makan susu sapi perah
Hasil peras sangat susah
Pagi hari ke sekolah
Sore hari ke madrasah

Kalau ada lalat di dahi
Jangan kau ia campaki
Buat apa engkau berkelahi
Lebih baik saling berbagi

Kalau ingin makan kelapa
Kupas kulit sampai tak tersisa
Kalau ingin dapat juara
Belajarlah dan jangan menyerah

Burung camar di tepi pantai
Pantai indah banyak ombaknya
Jadilah kamu anak yang pandai
Sudah pasti banyak temannya

Burung nuri di dalam sangkar
Sangkar dibuat dari bambu
Tidak baik sering bertengkar
Kalah menang jadi abu

Pergi kesawah menanam padi
Sawah dibajak dengan sapi
Jadi anak yang baik hati
Tentu tahu balas budi

Pakai payung dikala hujan
Kena baju pastilah basah
Kalau ingin lulus ujian
rajin belajar pantang menyerah

Beli sabun beli blewah
Sayang sekali uangnya kurang
Main ke kebun turun ke sawah
Bersama paman hatiku riang

Kancil jatuh kakinya luka
Untung ditolong oleh rusa
Naik delman siapa suka
Kita putar-putar desa

Memang kancil kakinya luka
Ia bercerita pada si rangkok
Delman banyak yang suka
Kuda berjalan lenggak-lenggok

Burung bangau bermain di paya
Lalu terbang jauh ke kota
Pak kusir selalu setia
Temani kami dengan cerita

Tunggu kabar tunggu berita
Kepada orang ditanyakan
Jangan bohong haramkan dusta
Apa yang benar engkau katakan

Hutan bakau menjadi taman
Agar pantai tiada hancur
Jika engkau ingin berteman
jauhkan dusta besarkan jujur

Kereta berjalan di atas roda
Raja menghela memberi tanda
Dengarkanlah wahai ananda
Cukup-lah nasehat dari ayahanda

Bahtera berlayar ke Selat Sunda
Gelombangnya besar senantiasa
Turuti-lah nasehat ibunda
Kelak hidupmu makmur sentosa

Pergi kekali seorang diri
Bersihkan diri sambil berenang
Jika kamu mampu mandiri
Mama pasti merasa senang

Tinta hitam untuk menulis
Pensil warna untuk melukis
Ilmu itu tak pernah habis
Turun temurun ke ahli waris

Pohon jati kuat kayunya
Pohon nyiur tinggi batangnya
Murid rajin banyak ilmunya
Murid malas banyak bohongnya

Suara burung indah berirama
suara anjing gonggong menggonggong
Saling memberi saling menerima
Saling bantu tolong menolong

Pergi ke pasar membeli gitar
Membeli gitar di toko depan
Rajin-rajinlah belajar
Agar bermanfaat bagi masa depan

Kucing manis berbulu legam
Lebih hitam dari jelaga
Budaya kita sunggu beragam
Mari kita bersama jaga

Pagi hari minum jamu
Supaya tubuh lebih berisi
Hormati bapak ibumu
Jadilah anak yang berbakti

Ke kamar mandi celananya basah
Aku keringkan dengan kipas
Janganlah kamu bolos sekolah
Kalau tidak ingin naik kelas

Tanam padi di tengah sawah
Sawah subur selalu basah
Pagi hari pergi sekolah
Sore hari ke madrasah

Burung dara indah warnanya
Burung perkutut indah bersuara
Ayah bunda harum namanya
Anakku sayang sering juara

Buah duku dari Palembang
Buah anggur dari bosnia
Baca buku janganlah jarang
Sebab buku jendela dunia

Pagi pagi ayam berkokok
Ayam berkokok diatas papan
Anak kecil jangan merokok
Pikirkanlah masa depan

Kumpulan Pantun Nasehat Terbaru di Indonesia

Pantun Nasehat Kebijaksanaan ini admin kumpulkan dari berbagai pelosok penjuru internet, berharap pantun nasehat ini akan mengajarkan kebijaksanaan dan arti hidup. Pantun pantun yang ada di sini merupakan pelajaran berharga mengenai kebijaksanaan hidup,memberi nasehat mengenai apa yang harus dan tidak harus kita lakukan.

Para pengunjung blog kata bijak yang saya hormati, kalian begitu setia menemani sampai dunia ini berhenti berputar, terimakasih sebuah penghargaan buat anda semua karena telah menjadikan situs ini menjadi salah satu media online yang bermanfaat, mudah-mudahan bisa selamanya dirasakan manfaatnya oleh kita semua, dan tim admin juga tentunya akan terus berusaha seoptimal mungkin menjadikan situs ini terus lebih baik lagi dalam kualitas konten dan jumlah serta kecepatan akses loadingnya atau dalam bahasa lainnya para suhu menyebutnya Seo blog.

Salah satu cara memberi nasehat pada seseorang tapi dengan cara yang berbeda. Dengan melalui jalan ini kita bisa memberitahu pada seseorang akan hal yang baik atau buruk agar seseorang yang kita bacakan pantun nasehat itu tadi secara tak sadar dia akan menurut. Pantun Nasehat ini sangat berbeda sekali dengan pantun yang sebelumnya sudah saya bagikan yaitu pantun jenaka yang bisa membuat seseorang tertawa. Jika orang yang di sekitar anda suka marah jika kalian memberi nasehat, gunakan saja pantun nasehat ini karena dia mengira anda hanya mengeluarkan sebuah kata kata yang tidak sampai menyinggung perasaannya. Okelah ini dia Kumpulan Pantun Nasehat yang akan kukejar bagikan kali ini.

Pantun Nasehat

Tumbuh bukan sebagai tanaman
Hati senang bukan kepalang
Bermain bola bersama teman

Dengar lagu berirama
Tertawalah si adik manja
Mari main bersama-sama
Jangan duduk sendiri saja

Lihatlah burung kutilang
Terbang tinggi dia pulang
Main dengan senang
Jadi anak yang periang

Pagi hari baca koran
Baca berita orang hilang
Bermain kejar-kejaran
Badan sehat hati senang

Potong nilam pakai pisau
Jika engkau jujur hati
Hidup tentram jauhlah risau

Syahadat itu yang pertama
Mesti diresap sejiwa raga
Jujur itu landasan agama
Teguh dipegang sekuat tenaga

Puteri suka bunga petunia
Tanamnya di taman luas lega
Jangan mengharap pahala dunia
Jujur kita untuk ke surga

Terhampar luas bukit hijau
Hijau karena warna rumput
Dusta itu bagaikan ranjau
Membuat engkau jadi penakut

Sampan perahu mengejar kayak
Dari hulu tak kena-kena
Dusta itu bagaikan riak
Membuat hati gundah gulana

Matahari bercahaya silau
Anak negeri pergi merantau
Dusta itu bagaikan pisau
Membuat pikiran selalu risau

Pergi ke Aceh membawa gitar
Singgah ke Medan membeli ulos
Jika ingin jadi anak pintar
Rajin belajar jangan suka bolos

Pagi pagi ayam berkokok
Ayam berkokok diatas papan
Anak kecil jangan merokok
Pikirkanlah masa depan

Kepada rumput pergi berburu
Pergi berburu bersama teman
Anak baik hormati guru
Itu namanya murid budiman

Ada sisir monyet berkaca
Ada kuda mirip keledai
Rajin menulis rajin membaca
Itu pertanda anak yang pandai

Ke sungai pergi berburu
Bergerak sampai ke arah hulu
Sayangi ibu hormati guru
Itulah tanda kau nomer satu

Berenang ke sungai naik bambu
Bergerak sampai tak jemu
Jangan pernah bohongi bapak ibu
Agar Allah sayang kepadamu

Lumba-lumba ikan pintar
Pandai bermain lingkaran api
Jika sudah tumbuh besar
Harus taat mami papi

Makan es bibirnya beku
Makannya di kota Belitar
Mari kita membaca buku
Supaya jadi anak yang pintar

Ke pasar lama menanti
Tunggu ibu beli terasi
Jadilah anak yang baik hati
Agar nanti bisa berprestasi

 Beli kain warna merah
Sungguh indah dipandang mata
Kalau main jangan marah
Senang saja bersuka cita

Terbang tinggi  burung pelatuk
Datang pula burung pungguk
Bahgianya dengarkan atuk
Berdongeng sampai terbatuk-batuk

Luas nian langit biru
Saatnya menonton kuda pacu
Kalau dengar Ibu Guru
Bercerita sungguh lucu
 
Adik duduk depan halaman
Nenek lihat dengan heran
Aku datang ke rumah paman
Hari minggu saat liburan

Ibu merenda adik main layang
Anak Melayu bermain gada
Wahai nanda yang kusayang
Dengarkan olehmu nasehat ayahanda

Air tajin menyiram talas
Membeli bumbu duitnya di laci
Hiduplah rajin jangan malas
Orang malas banyak yang benci