Tampilkan postingan dengan label kultum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kultum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2016

Kultum Singkat 2016

Kultum Singkat dibawah ini semoga bisa menjadi manfaat untuk para pembaca yang ada di blog ini. Selamat membaca ya

Bismilahirrohmanirrohim alhamdulillahirobbil alamin wabiihi nastain wa’alaa umuuriddunya waddin

Asshollatu wassalamu ala sayyidina Muhammad shollallahu alaihi wasalam. Amma ba’du.

Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan kita kenikmatan, kesehatan, berupa nikmat islam dan nikmat iman. Sehingga pantas kita ikrarkan dengan kalimat “hamdallah”. Alhamdulillah…
Tak lupa sholawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junnjungan kita Nabi Muhammad SAW semoga kita mendapat syafaatnya di dunia dan akhirat. Aamin.

Bapak-ibu guru yang terhormat, Teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan.
Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)

Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.
Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.

Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.

Kultum Singkat

Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersesebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw:
“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)

Kultum Singkat
Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.

“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41)
Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.
Wallahu a’lam bish showab.

Beberapa Tips Diterimanya Doa
Pada suatu hari, seorang Arab Badui bertanya kepada Nabi SAW: “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?” Nabi SAW terdiam, hingga turunlah surat Al-Baqarah ayat 186:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Didalam ayat disebutkan bahwa keberadaan Allah SWT adalah sangat dekat, sehingga kita semua tidak perlu untuk berteriak keras ketika memohon kepadanya. Bahkan Allah SWT lebih dekat daripada urat leher kita (Qaaf 16):
Dalam ayat di surat Al-Baqarah diatas merupakan janji Allah SWT untuk mengabulkan doa bila kita berdoa kepadaNya. Jadi doa itu harus dilakukan secara langsung kepadanya, tidak perlu perantara mahluk Allah yang lain dalam berdoa. Yakinlah akan janji ini dan berprasangkalah yang baik bahwa doa kita akan dikabulkan. Allah SWT dalam suatu hadits qudsi pernah bersabda:

“Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku”
Jadi berprasangkalah baik bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa kita, niscaya Dia akan bersama dengan harapan kita. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam berdoa adalah jangan tergesa-gesa. Rasulullah SAW pernah berkata:

“Akan diterima doa siapapun yang tidak tergesa-gesa.”
Maksudnya adalah jangan cepat berkata bahwa “Allah tidak menerima doaku” setelah beberapa kali berdoa. Ada kemungkinan Allah SWT masih menunda mengabulkan doa. Kita harus bersabar sampai doa kita diterima atau Allah SWT memberikan solusi lain yang lebih baik bagi kita.
Yang menarik ayat 186 surat Al-Baqarah ini terletak diantara ayat-ayat berhubungan tentang ibadah di bulan Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa didalam bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan untuk berdoa. Bukankah orang yang berpuasa itu doanya tidak akan ditolak seperti hadits Nabi SAW tentang tiga golongan yang tidak ditolak doanya yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka dan orang yang didzalimi:

Demikian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf, wallahul muwafiq illa aqwamith thoriq wassalamualaikum wr.wb Untuk melihat kultum yang lain, anda bisa langsung mengunjungi http://www.antarapost.com/2016/04/kumpulan-kultum-singkat-terbaik-islam.html

Jumat, 15 April 2016

Kultum Singkat Terbaru dan Terbaik

Bismilahirrohmanirrohim alhamdulillahirobbil alamin wabiihi nastain wa’alaa umuuriddunya waddin

Asshollatu wassalamu ala sayyidina Muhammad shollallahu alaihi wasalam. Amma ba’du.

Disamping banyak kelebihan, kita sebagai manusia memiliki juga beberapa kelemahan. Dua kelemahan utama kita telah ditunjukkan oleh Allah swt dalam kisah nabi Adam as. Seperti kita ketahui, Allah swt telah memberikan nikmat yang besar kepada Adam as untuk tinggal di surga dengan syarat tidak makan buah khuldi. Tetapi akhirnya nabi tercinta kita ini makan buah tersebut.
Dalam QS. Thaahaa 115 disebutkan ada dua sifat Adam as (yang juga kita miliki) sehingga terjerumus oleh godaan iblis yaitu:
“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa, dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.”

Kultum Singkat

Sifat lupa dan motivasi yang lemah inilah kelemahan kita semua. Ada yang menyebutkan bahwa lupa berhungan dengan intelectual capacity yaitu kemampuan kita untuk mengingat sesuatu. Dan hal ini bisa diperburuk dengan campur tangan setan seperti hadits yang menyebutkan godaan setan terhadap orang yang sedang sholat hingga dia lupa jumlah rakaat yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, perbanyaklah meminta perlindungan Allah swt dari godaan setan agar kita tidak gampang lupa.

Motivasi yang lemah bisa dikaitkan dengan emotional capacity yang berasal dari kemauan kita sendiri. Motivasi lemah bisa dilihat dengan sikap enggan, malas, tidak bersemangat ataupun cuek. Titik ekstrim dari orang dengan motivasi nol adalah ketika dia melakukan bunuh diri. Motivasi dalam hidup kita bisa diibaratkan sebagai lilin di kegelapan. Ketika motivasi kita meredup, kita bisa malas makan, malas bekerja, enggan belajar sampai tidak punya ide apapun.

Tugas kita adalah menjaga agar motivasi ini terus menyala sehingga kita menjadi lebih bersemangat dalam hidup. Jagalah semangat hidup ini dengan banyak bersyukur, memiliki visi-misi hidup, menjauhi kebosanan dan think positively.

Demikian kultum singkat pada Jumat pekan ini, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, terakhir, saya mengajak kepada kawan-kawan semua untuk senantiasa mengingat Allah dan mensyukuri nikmat-nikmatnya. Terutama untuk teman-teman yang masih nakal, masih suka bertengkar dengan temannya, oleh karena itu, kita harus selalu berdzikir dan berdoa, saya yakin bapak-ibu kalian dan bapak-ibu guru di sini siap untuk memberi pengetahuan tentang berdzikir dan berdoa yang baik. Akhiru kalam, saya raihan falahi sa’adhon  kelas 5 mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. Wallahul Muwafiq ilaa Aqwamit Thoriq wassalamualaikum warahmatullahi wabaroklatuh.

Kumpulan Kultum Singkat Terbaru

Bismilahirrohmanirrohim alhamdulillahirobbil alamin wabiihi nastain wa’alaa umuuriddunya waddin

Asshollatu wassalamu ala sayyidina Muhammad shollallahu alaihi wasalam. Amma ba’du.

Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan kita kenikmatan, kesehatan, berupa nikmat islam dan nikmat iman. Sehingga pantas kita ikrarkan dengan kalimat “hamdallah”. Alhamdulillah…
Tak lupa sholawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junnjungan kita Nabi Muhammad SAW semoga kita mendapat syafaatnya di dunia dan akhirat. Aamin.

Kultum Singkat Terbaik

Bapak-ibu guru yang terhormat, Teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan.
Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:

“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR. Tirmidzi
Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.

1- BERTAQWA DIMANA SAJA
Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab ra. Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”
Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.
Kalau ada suatu iklan minuman ringan: “Dimana saja dan kapan saja …”, maka nasehat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja terdapat dalam surat Ali Imron 102:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja memang sulit untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiyat dapat dilaksanakan. Sebagai contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketaqwaan kita dimanapun saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikat-Nya.

2 KEBAIKAN YANG MENGHAPUSKAN KESALAHAN
Setiap orang selalu melakukan kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Oleh sebab itu, segera setelah kita melaksanakan kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah dilakukan.

Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan bersedekah. Rasulullah SAW bersabda “sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”. Maka ada orang yang ketika dia sakit maka dia akan memberikan sedekah agar penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu adalah karena kesalahan yang kita pernah lakukan.

Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf yang bagi beberapa orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah SAW selalu minta maaf ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah… (QS. Abasa)”. Setelah minta maaf kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahan tersebut insya Allah akan dihapuskan.

3- AKHLAQ YANG TERPUJI
Akhlaq terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Tidak memiliki akhlaq tersebut akan dapat mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang lain, yang perlu diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)
Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya: “Siapa itu Ya Rasulullah?” Jawab Nabi: “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari)

Dari hadits tersebut, peringatan Allah sangat keras sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk golongan orang beriman bagi tetangganya yang tidak aman dari gangguannya. Maka terkadang kita perlu instropeksi dengan menanyakan kepada tetangga apakah kita mengganggu mereka.

Demikian kultum singkat pada Jumat pekan ini, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, terakhir, saya mengajak kepada kawan-kawan semua untuk senantiasa mengingat Allah dan mensyukuri nikmat-nikmatnya. Terutama untuk teman-teman yang masih nakal, masih suka bertengkar dengan temannya, oleh karena itu, kita harus selalu berdzikir dan berdoa, saya yakin bapak-ibu kalian dan bapak-ibu guru di sini siap untuk memberi pengetahuan tentang berdzikir dan berdoa yang baik. Akhiru kalam, saya ashfa fu’adiya  kelas 4 B mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. Wallahul Muwafiq ilaa Aqwamit Thoriq wassalamualaikum warahmatullahi wabaroklatuh.

Daftar Kultum Singkat Terbaik

Bismilahirrohmanirrohim alhamdulillahirobbil alamin wabiihi nastain wa’alaa umuuriddunya waddin

Asshollatu wassalamu ala sayyidina Muhammad shollallahu alaihi wasalam. Amma ba’du.

Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan kita kenikmatan, kesehatan, berupa nikmat islam dan nikmat iman. Sehingga pantas kita ikrarkan dengan kalimat “hamdallah”. Alhamdulillah…
Tak lupa sholawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junnjungan kita Nabi Muhammad SAW semoga kita mendapat syafaatnya di dunia dan akhirat. Aamin.

Kumpulan Kultum Singkat

Bapak-ibu guru yang terhormat, Teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan.
Kita sebagai siswa sekolah merupakan hal wajib untuk senantiasa menuntut ilmu dan menjaga kondisi tubuh kita, terutama bagi kakak-kakak kelas 6 tentunya akan menjadi hari-hari banyak menguras energy dan pikiran menjelang kelulusan ini. Hal ini tentunya tidak akan membuat kita berkecil hati, Allah subhanahu wata’ala telah memberikan kita sebuah ujian yang sesuai dengan kemampuan. Dan haruslah diyakini bahwa tidaklah Allah menurunkan berbagai musibah melainkan sebagai ujian atas keimanan yang kita miliki. Allah sebagaimana tertulis dalam firman-Nya  :  “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)

Teman-teman, sesungguhnya Allah itu berada lebih dekat dengan urat nadi kita. Allah SWT memuji mereka sebagai orang-orang yang benar dalam keimanannya. Sebagaimana firman-Nya: “….. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)

Kisah nabi Ayyub as. Sesungguhnya pantas untuk kita jadikan teladan, beliaulah seorang Nabi dengan ujian bertubi-tubi yang menimpa namun tetap sabar menghadapinya bahkan Allah mengangkat derajatnya. Nabi Ayub as, dikenal mempunyai banyak anak, tapi kemudian Allah memberi ujian dengan memusnahkan harta kekayaannya. Selain hartanya yang Allah uji, Ia  terkena bermacam-macam penyakit, sampai tidak ada anggota tubuhnya yang utuh, kecuali jantung/hati dan lidahnya yang selalu berzikir kepada Allah Azza wa Jalla.

Teman-teman, kita juga dilatih untuk bersabar dalam kehidupan sehari-hari.  Bersabar harus diiringi dengan ikhtiar atau usaha dengan keras. Usaha yang baik harus senantiasa mendapat ridho dari Allah atau dari orang tua kita. Oleh karena itu kita harus berbhakti kepada orang tua kita. Bapak-ibu guru yang terhormat, Teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan.

Demikian kultum singkat pada Jumat pekan ini, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, terakhir, saya mengajak kepada kawan-kawan semua untuk terutama kakak-kakak kelas 6 untuk senantiasa berusaha dengan keras diiringi dengan berdoa kepada Allah demi meraih sukses baik UASBM atau UAMBN yang sebentar lagi akan terlaksanakan. Semoga kita senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT. Akhiru kalam, saya …….. mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. Wallahul Muwafiq ilaa Aqwamit Thoriq wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.