Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2016

Pengertian dari Teks Anekdot Terbaru

Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang lucu dan menghibur yang mungkin merupakan pengalaman dari seseorang. Teks Anekdot bertujuan untung menghibur pembacanya. Teks Anekdot tidak hanya berisi tentang peristiwa – peristiwa menarik, konyol dan menjengkelkan, melainkan juga berisi tentang ungkapan suatu kebenaran yang lebih umum.

Dilansir dari wikipedia, Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi “terlalu bagus untuk nyata”.

Terkadang menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang langsung pada intinya. Novalis mengamati “Eine Anekdote ist eines historisches Elemen – ein historisches Molekül oder Epigramm”.

Ciri Teks Anekdot
Ciri-ciri dari teks anekdot antara lain:
1. Hampir menyerupai seperti dongeng.
2. Menceritakan hewan dan manusia secara umum dan realistis.
3. Bersifat humor, menyindir, dan lelucon.
4. Memiliki tujuan tertentu.

Contoh Teks Anekdot

Tujuan Teks Anekdot
Adapun tujuan dari teks anekdot yaitu:
1. Membuat dan membangkitkan tawa
2. Membuat pendengarnya terhibur
3. Menggambarkan karakter-karekter dengan singkat.
4. Mengandung makna akan cerita singkat seputar kenangan-kenangannya.

Struktur Anekdot
Struktur anekdot antara lain :
1. Abstraksi : Bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks secara umum.
2. Orientasi : Bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi.
3. Krisis : Bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis.
4. Reaksi : Bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul dibagian krisis tadi.
5. Koda : Bagian terakhir dari cerita unik tersebut.

Contoh Teks Anekdot

Suatu hari Zayn sedang membolak-balik koran pada halaman bergambar banyak lambang partai politik. Suasana hening sampai ibu pemilik warung menyodorkan segelas es teh pesanannya.
Saat Zayn hendak meminum es tehnya, Liam datang membawa surat tanda hak pilihnya. Kemudian Liam duduk di samping Zayn dan memulai percakapan,“Oi, Bung, sebentar lagi PEMILU 2014 rupanya. Kau mau coblos nomor berapa?”
Zayn meletakkan kembali gelasnya dan menjawab, “Entahlah, pusing aku,” Liam memotong jawaban Zayn, “Tak usah ambil pusing, pilih saja partai mana yang berani kasih duit paling banyak, hahaha…”
Mendengar kelakar Liam, ibu pemilik warung dan Zayn tersentak kaget dan menggelengkan kepala tanda prihatin. “Semprul, kamu,” ucap Zayn seraya meminum kembali esnya. Suasana lengang kembali, ibu warung kembali melanjutkan pekerjaannya dan Liam meminjam koran Zayn sambil memikirkan perkataannya barusan.

Ciri-Ciri Lengkap Teks Anekdot

Teks anekdot biasanya bebentuk kisah yang sangat pendek, jauh lebih pendek dari pada cerpen. Karena sebagai bentuk pengisahan, teks anekdot memiliki banyak persamaan dengan cerita, bisa di sampaikan secara monolog, bisa juga disampaikan secara dialog atau campuan keduanya.teks anekdot penyajiannya bisa menggunakan cara penyajian cerpen, dapat juga menggunakan cara penyajian drama.
Teks anekdot terdapat unsur-unsur pembenuk ceritanya. Seperti : tema, latar, tokoh, alur cerita, sudut pandang, amanatdan konfik.
Teks anekdot dimulai dengan ilustrasi keadaan atau gambaran sosok tokonya seperti cerpen dan novel. Ada kalanya orang memulai anekdotnya sperti pada kisah-kisah lama. Seperti menggunakan kata-kata klise (kuno) seperti : alkisah , di suatu tempat , syahdan di negeri antah berantah dan ain sebagainya.
Teks anekdot mengawali ceritanya dengan pengenelan tokoh cerita, penulis segera memasuki permasalahan. Penceritaanya menggunakan alur rapat sehingga tidak menggunakan banyak ilustrasi. Setelah amapai pada klimaks situasinya, ceritanya segera disudahi dengan cara yang drastis atau tanpa penyelesaian.

Membandingkan Teks Anekdot
Membandingkan artinya melihat persamaan atau perbedaan antara 2 hal pada 2 teks tersebut dari aspek isi maupun aspek kebahasaan.
Pembandingan struktur isi meliputi abstrak, orientasi, even, krisis, reaksi, koda, dan reorientasinya. Pembandingan isi juga dapat dilakukan dari segi unsur instrinsiknya seperti : tema, latar, tokoh, amanat, sudut pandang, dan alurnya.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Pembandingan dari segi bahasa meliputi pilihan kata, ragam bahasa, ejaan, dan struktur kalimtnya.
Untuk membandingkan 2 hal dapat dilakukan dengan cara mencari persamaan dan perbedaannya.
Jika kita mencari persamaan, kita menggunakan konjungsi persamaan seperti ; hal yang sama, begitu juga, demikian halnya, begitu juga, sama dengan, dan lain seagainya.
Jika menjari perbedaan, kita menggunakan konjungsi perbedaan seperti : beda halnya dengan itu, namun, sebaliknya, sedangkan, tetapi, hal yang berbeda, dan lain sebagainya.

Mengidentifikasi Teks Anekdot
Mengidentifikasi artinya mengenali, memutuskan, menetapkan identitas, tanda pengenal, ciri, atau penetu identitas suatu hal. Mengidentifikasi teks anekdot artinya mmencari ciri-ciri pentin atau tanda pengenal/spesifik/unik dari teks anekdot.
Karakteristik teks anekdot yang menonjol adalah berisi cerita yang lucu. Struktur teks anekdot terdiri dari bagian abstrak, oerientasi, even, krisis, reaksi, dan koda. Bagian inti yang harus ada pada struktur teks anekdot adalah even, krisis, dan reaksi.
Seagai bentuk cerita tesk anekdot terbangun dari oleh unsur-unsur intrinsik yang terdiri dari tema, latar, alur, sudut pandang, amanat dan majas.

Menganalisis Teks Anekdot
Pengertian menganalisis artinya mengurai suatu pokok kedalam bagian-bagian dan menelaah hubungan antar bagian.
Analisis anekdot bisa dilakukan dari aspek isi maupun kebahasaan.
Analisis isi meliputi : unsur yang membangun teks seperti struktur atau sistematika teks (urut atau tidak) ; hubungan antar tokoh (logis atau tidak, padu atau tidak, ada bagian yang menyimpan atau tidak), dan lain sebagainya.
Analisi kebahasaan meliputi : pemilihan laras bahasa (baku atau formal vs gaul atau santai), pilihan kata (kata baku-nonbaku, kata daerah asing, kata denotatif-konotatif, kata umum kajian, kata bersinonim-berantonim-berhomonin, kata umum-khusus (hipernim-hiponim), penggunaan ungkapan dan peribahasa, penggunaan majas (gaya bahasa), penggunaan konjungsi dan preposisi, penggunaan bentuk struktur atau bentuk kalimat (langsung - tak langsung, aktif-pasif, susun biasa-inversi, tanya retoris, dan lain sebagainya), serta penerapan ejaan (EYD).

Menunting Teks Anekdot
Menyunting Teks Anekdot artinya menyempurnakan naskah dari segi isi dan bahasa.
Menyunting dari segi isi bisa meliputi kelengkapannya, urutannya,, kelucuannya, kelayakannya, dan lain sebagainya.
Menyunting dari segi bahasa, penyuntinga bisa mencakup ejaan, diksi, struktur kalimatnya (langsung-tak langsung, susun biasa-inversi, aktif pasif, dan lain sebagainya.
Mengingat begitu luasnya aspek penyuntingan, pada tahap ini aspek penyuntingannya akan dibatasi pada masalah sebagai berikut:
Penulisan kalimat langsung dan tak langsung yang melibatkan pemakaian tanda henti (titik, koma, tanya, seru), tanda petik, dan huruf kapital.
Penulisan bentuk di, ke, per, dan pun.
Struktur kalimat (kalimat rancu sehingga bersubjek).

Ciri Ciri dari Teks Anekdot Terbaru 2016

Teks anekdot itu mempunyai ciri – ciri, antara lain sebagai berikut :

Lebih dekat dengan perumpamaan mengenai dongeng
Menampilkan karakter hewan serta juga figur manusia pada umumnya dan juga sering terhubung dengan adanay realitas, meskipun pada perumpamaan serta jugaanekdot tentu berbeda dalam kekhususan sejarah mereka,

3. Jenis – jenis Teks Anekdot
Jenis-jenis Teks Anekdot tersebut terdapat 2 macam yakni lisan dan juga teks.

1. Teks Anekdot Lisan, contohnya ialah :
KUDIS : Kurang DIsiplin
ASMA : Asal Mengisi Absen
TBC : Tidak Bisa Computer
KRAM : Kurang Terampil
ASAM URAT : Asal sampai kantor terus uring-uring atau tidur
GINJAL : Gaji Inginnya cepat tapi kerjannya lambat
PUCAT : Pulang Cepat

2. Anekdot Teks, contohnya ialah :
Pengemis & Manager (Anekdot dari sumber Anonim)

Teks Anekdot

Manager : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..?
Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udh makan 3x koq
Manager : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?
Pengemis : Kayak org susah aja..! Td pagi saya sekeluarga abis ngerayain ultah anak saya yg kelima di Mc. Donald bareng guru2 & tmn2 sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan BBM saya, mrk lg makan di Pizza HUT tau!
Manager sampai kebingungan dan berkata : “Emank bapak ngemis 1 hari dapet brp..?”
Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..!! Saya ngemis dari jam 07.00-17.00. Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik. Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet Rp 2.000. 1 jam = 60 kali lampu merah Hijau, berarti 60 x 2.000 = 120.000 /jam 1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam. 9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari. 1 bulan saya kerja 26 hari.26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/bulan
Manager sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu
Pengemis berkata : Emang mas jadi manager, gaji per bulannya brp..?
Manager : 6.000.000
Pengemis : Ijasah..?
Manager : S-2

4. Struktur Teks Anekdot
Teks Anekdot mempunayi 5 struktur, diantaranya ialah sebagai berikut :

Abstraksi , adalah suatu bagian awal paragraf yang mempunyai fungsi ialah memberikan gambaran mengenai isi teks. Biasanya menunjukkan hak yang unik
Orientasi , adalah suatu bagian yang menunjukkan adanya awal cerita atau latar belakang peristiwa itu bisa terjadi
Krisis , adalah suatu bagian yang mana hal yang menarik maupun juga hal yang tidak biasa terjadi di tokoh cerita
Reaksi , adalah suatu bagian bagaimana dengan cara penulis atau juga tokoh cerita menyelesaikan suatu masalah pada bagian krisis
Koda , adalah suatu bagian dari akhir cerita. Bagian tersebut bisa berisikan kesimpulan tentang suatu kejadian yang terjadi pada tokoh cerita.

Kata kunci :
Abstraksi : Pembukaan/gambaran umum
Orientasi : Latar belakang peristiwa
Krisis : Masalah
Reaksi : Penyelesaian masalah
Koda : Kesimpulan

Ciri Ciri Bahasa Teks Anekdot Terbaik dan Terbaru

Teks anekdot dimanfaatkan masyarakat sebagai media untuk menyindir layanan publik di bidang politik, sosial, dan lingkungan. Sindiran atau kritikan yang dikemas dengan cerita yang lucu dan menggelitik membuat orang mudah menerima kritikan sambil tertawa. Untuk memperoleh sindiran yang halus, bahasa teks anekdot menggunakan kata kias atau konotasi, pengandaian, perbandingan, antonim, pertanyaan retoris, ungkapan, dan konjungsi.
Bahasa yang digunakan dalam teks anekdot sebagai berikut.

1. Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya.
Kata kias bisa berupa ungkapan dan peribahasa. Ungkapan adalah kelompok kata yang khusus digunakan untuk menyatakan sesuatu sedangkan peribahasa adalah kalimat yang memiliki makna kias.

Contoh : daun muda yang bermakna gadis (ungkapan)

Contoh Teks Anekdot

2. Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim.

Struktur Teks Anekdot
Struktur teks anekdot secara lengkap terdiri terdiri dari 7 bagian yaitu:
1. Abstract (abstrak) adalah bagian awal yang berisi isyarat tentang apa yang akan diceritaka, berupa kejadian yang tidak umum, tidak biasa, tidak lumrah, atau aneh. Bagian ini bersifat opsional (boleh ada boleh tidak).
2. Orientation (orientasi) adalah bagian awl yang berisi pendahuluan yang berupa pengenalan tokoh, waktu, dan tempat.
3. Events (even) adalah rangkaian kejadian atau peistiwa, bisa juga rangkaian dialog atau percakapan.
4. Crisis (krisis) adalah bagian yang berisi pemunculan masalah atau bagian permasalah mulai ada.
5. Reaction (reaksi) adalah bagian yang berisi tindakan untuk merespon masalah yang biasanya nyeleneh, lucu dan unik.
6. Coda (koda) adalah bagian yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh, dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita teks anekdot. Bagian ini bersifat opsional(oleh adaboleh tidak ada).
7. Reorientation (reorientasi) adalah bagian penutup biasanya berupa ungkapan-ungkapan yang menunjukan cerita berakhir.

Contoh :
Peristiwa yang terjadi di Indonesia diandaikan jika terjadi di negeri orang (sindiran dengan pengandaian)
Badannya semakin lama semakin kurus seperti es lilin (perbandingan)
Orang pintar dikatakan bodoh dan orang bodoh dikatakan pintar (antonim)

3. Pertanyaan retoris
Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.
Contoh : Apakah kamu mau meninggal hari ini?

4. Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan

5. Konjungsi
Konjungsi adalah kata hubung. Kata hubung yang sering digunakan dalam teks anekdot adalah kata hubung waktu (konjungsi temporal) yaitu, setelah, lalu, kemudian dan sebab-akibat yaitu, maka, karena, oleh sebab itu. Kalimat pengandaian digunakan penulis untuk berandai-andai.

Selasa, 12 April 2016

Tentang Teks Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang lucu dan menghibur yang mungkin merupakan pengalaman dari seseorang. Teks Anekdot bertujuan untung menghibur pembacanya. Teks Anekdot tidak hanya berisi tentang peristiwa – peristiwa menarik, konyol dan menjengkelkan, melainkan juga berisi tentang ungkapan suatu kebenaran yang lebih umum.

Teks Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Umumnya berupa sindiran untuk seseorang yang disajikan dalam kisah lucu.

Ciri Teks Anekdot
Ciri-ciri dari teks anekdot antara lain:
1. Hampir menyerupai seperti dongeng.
2. Menceritakan hewan dan manusia secara umum dan realistis.
3. Bersifat humor, menyindir, dan lelucon.
4. Memiliki tujuan tertentu.

Tujuan Teks Anekdot
Adapun tujuan dari teks anekdot yaitu:
1. Membuat dan membangkitkan tawa
2. Membuat pendengarnya terhibur
3. Menggambarkan karakter-karekter dengan singkat.
4. Mengandung makna akan cerita singkat seputar kenangan-kenangannya.

Terkadang menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang langsung pada intinya. Novalis mengamati “Eine Anekdote ist eines historisches Elemen – ein historisches Molekül oder Epigramm”.